Archive for Januari 2015

Dedikasikan Hidupmu

Libur telah tiba, UAS telah selesai, dan harapan nilai yang memuaskan selalu terbayang di pikiran, inilah penderitaan bagi mahasiswa yang terlalu mengharapkan sesuatu yang baik tapi sisi pengorbanannya masih jauh di dasar sana, tak lain halnya, ya mahasiswa yang hanya belajar ketika UAS saja dan itupun belajarnya 2 jam sebelum UAS dimulai sungguh prefect sekali, termasuk saya sendiri Hahaa :D. Dan liburan semester pun akan dimulai, saatnya mengemas barang2, buang semua buku (emang punya buku) :0 dan tugasmu, lupakan dosen2 killermu, bawa pacarmu kalo punya -_- hehe. Tapi STOP! tunggu dulu jangan terburu-buru bergegas kawan, ada sebuah kabar baik bagi saya dan kawan-kawan asrama UICCI jogja, bahwa  liburan semester ganjil ataupun genap bagi penghuni asrama UICCI itu ada aturannya, yang mana setiap liburan harus dibagi menjadi 2 bagian, atau stengah di asrama dan setengahnya liburan lagi untuk dirumah, ohh no. Dan ini merupakan sistem liburan asrama UICCI, yang sungguh bijak karena ketika liburan mahasiswa bukan lagi saatnya untuk bermalas-malas, tetapi di isi kegiatan yang bermanfaat sperti halnya di sini yang saya tinggali, saat liburan yaitu belajar agama, bahasa turki dan arab, dan diskusi umum, dan itupun belajarnya dari fajar sampai tenggelamnya matahari wuihh pasti ngantuk :D, haha ya Cuma dikit, padahal ngantuk bgt -_- , tapi tetap semangat karena itu merupakan syarat yang wajib dipenuhi atau tiket pulang/liburan hoho. Meskipun demikian liburan yang seharusnya 2 minggu tetapi terpotong menjadi seminggu itu tak masalah bagi saya dan teman-teman UICCI, karena pasti ada hikmah tersendiri untuk liburan dan sensasinya pun lebih terasa, yaitu kebih menghargai waktu saat liburan dengan kegiatan-kegiatan yang mungkin sudah di planingkan.
Namun, yang sebenarnya harus dilakukan saat mahasiswa liburan yaitu dedikasi atau pengorbanan apa yang harus diberikan khususnya kepada orang tua dan keluarga bahkan masyarakat sekitar saat kita berada ditengah-tengah mereka, inilah tugas yang sesungguhnya bagi seorang mahasiswa. Dan ini adalah masalah yang belum teratasi bagi saya yang sudah kulewati 3 semester tapi apa daya saya belum bisa memberikan secara penuh dedikasi pengorbanan yang ku berikan kepada orang tua. Dan inilah PR bagi saya sendiri, tapi saya selalu berusaha sebaik mungkin untuk menunjukan kualitas dan kuantitas sebagai seorang mahasiswa. Tetapi sebagai orang tua pasti sudahlah bangga walaupun dedikasi yang diberikan anaknya belum secara penuh untuk keluarga dan masyarakat, tapi inilah kebanggaan tersendiri karena dangan mahasiswa yang berusaha dan semangat dalam perkuliahan tidak malas-malasan mengejar masa depan, proses inilah yang harus di apresiasikan untuk mengingat bahwa tugas dan beban seorang mahasiswa tidaklah ringan untuk membangun Bangsa dan Tanah Air.
Sabtu, 31 Januari 2015
Posted by Blues Blogger

Kesalahan & Kesempatan

9 Agustus 2014, saya atas nama terdakwa dalam kasus kesalahan Hidup, telah di vonis oleh hakim diri dalam pasal “kesalahan menyia-nyiakan kesempatan” dan telah dituntut dengan hukuman seumur hidup untuk mengubah hidup menjadi lebih baik dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, tidak melakukan kesalahan yang kedua kalinya atau ketiga kalinya, bahkan seterusnya, tidak membuang-buang waktu, dan selalu positive action don’t stagnan.

Ku akhiri juga penyesalan ini dengan rasa bersyukur masih diberikan kesempatan untuk mengubahnya, perasaan yang terus ragu-ragu yang selalu menghantui jiwa ini akan ku buang jauh-jauh dengan melakukan langkah awal untuk merubah dunia hidupku.
Satu hal lagi yang perlu diingat bahwa ketika seseorang menjalani hidup tanpa rintangan bagaikan bunga yang tidak mempunyai warna sehingga menjadi absurd. Optimis, kerja keras, fokus, berdoa, usaha dengan sungguh-sungguh dan maksimal tentunya akan mendorong kehidupan dunia bahkan mengubah hidup kita lebih baik. Dan ketika seseorang sedang mengalami drop atau galau tingkat dewa itu merupakan hal yang sangat wajar sekali bagi manusia. Kadang kuat, lemah lembut, keras kepala, sehat, sakit dll itu merupakan kehidupan, mau gak mau lagi kita harus siap siaga on time 100%. Masa yang sekarang yang kualami adalah masa remaja yang sangat labil, oke saya tahu itu naluriah tapi mengapa banyak remaja yang selalu salah dan benar menjadi satu padu yang seolah-olah itu sama aja yang penting seneng dan suka, bahkan yang parah lagi meraka tidak sadar bahwa yang dia lakuin itu memang melenceng dari kesalahan atau kebenaran, so jadi saya termasuk mereka, tapi asal anda tahu semuanya masa yang saya alami ini yang berjuta rasanya adalah masa awalku untuk menuju sebuah langkah awal untuk menyosongsong masa depan yang sangat begitu banyak rintangan kehidupan. Terima kasih.

,,Good luck for you
Terima kasih telah meluangkan waktu dan pikiran untuk mengungkapkan ini…
Saya selalu mendukungmu jika kamu memang benar...
Jangan remehkan diri sendiri…
        Carilah jati dirimu lebih dahulu daripada pasangan hidupmu yang sudah diatur dengan baik...

"Sebuah lagu dongeng dari penulis untuk pembaca,,
Aku disini, tetap berdiri, walaupun hujan deras menghantam tubuhku
Selalu mengerti dan bahkan memaknai setiap rintik yang turun dari langit
Untuk menunggumu datang di kehidupanku
  
Oke fix, see you later blues






Senin, 05 Januari 2015
Posted by Blues Blogger

Loyalitas Seorang Fans - Fanatisme Bola




Anda mengaku fans berat klub sepak bola? Itu tidak cukup dengan unjuk jari saja, tapi harus punya loyalitas dan ketulusan! Itulah pernyataan yang dilontarkan oleh teman kita fans yang menjunjung loyalitas kepada fans yang lain, nah disinilah perseteruan fanatisme fans dimulai yang siap untuk menunjukan siapa fans yang sebenarnya yang mempunyai loyalitas dan cinta, sungguh ini merupakan fanatisme kecil di lingkungan yang saya tinggali yang begitu memanas di setiap masing-masing tim telah bertanding, dengan hasil antara kemenangan dan kekalahan sebagai patokan dimulainya suatu perseteruan yang mungkin menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi mereka karena menyangkut harga diri seorang fans yang telah menjadi bagian dari jiwanya, sebagimana mestinya yang timnya menang dengan bangga dan percaya diri memulai provokasi kepada fans tim rivalnya yang telah kalah, begitupun fans yang telah di provokasi merasa tidak terima dengan apa yang telah diperbuatnya. Dan inilah fanatisme yang akan penulis uraikan kepada teman-teman blues bloger yang telah atau akan, dan sedang terjadi di asrama UICCI (Pondok Pesantren Sulaimaniyah) Jogjakarta.

Memang, sepakbola merupakan olahraga nomor satu sedunia yang paling banyak penggemarnya. Merebutkan bola yang dimainkan oleh 22 pemain dengan hanya satu tujuan untuk memasukan bola ke gawang untuk meraih angka itulah sepakbola. Sepakbola juga tidak lepas dari supporter atau fans yang rela mendukung timnya saat bertanding untuk meraih kemenangan, dimana fans merupakan faktor yang bisa menentukan permainan tim menjadi lebih optimal dengan semangat dukungan yang diberikan oleh seorang  fans pendukung baik yang hadir di stadion atau diluar stadion untuk memberikan support.
Tak lain halnya yang terjadi di asrama UICCI jogja, termasuk saya sendiri yang ikut berkecimbung didalamnya mengukuti alur liga Inggris, Spanyol, Italia dan liga bergengsi Champion yang semakin memanas terutama dikalangan para fans asrama yang antusiasme menjunjung loyalitas. Sudah tidak tabu lagi jika seorang fans berat klub sepak bola rela untuk bangun malam untuk menyaksikan timnya bermain walaupun hanya melihat dilayar monitor, tapi memang loyalitas tidak di ukur dengan menonton disetiap pertandingan saja, namun apakah tidak dipertanyakan loyalitas sebagai fans jika tidak menonton secara live di televisi? Huuhh. Fanatisme fans di asrama ini adalah sebuah realita yang memberikan kesan bahwa tim yang menang selalu di unggulkan oleh fans tersebut dengan suatu kebanggan bahwa timnyalah yang paling hebat, mereka selalu memprovokasikan kepada fans tim yang kalah dengan tujuan memberikan ejekan kepada fans klub yang telah kalah bertanding, sebaliknya tim yang kalah sebagi fans yang loyal sudah menjadi resiko tersendiri dengan menanggung beban mental ataupun kesedihan yang menghimpit dada, dan bagaimanapun fans loyal dan gentle itu mengakui kekalahan walaupun terasa berat tapi di situlah loyalitas yang paling berat sebagai fans yang loyal. Dan sungguh tak wajar jika seorang fans yang loyal menghadapi kekalahan tim dengan "lempar batu sembunyi tangan" dengan kata lain malu mengakui kekalahan dan sembunyi, bahkan rela untuk tidak berangkat sekolah atau kampus karena takut timnya yang kalah akan diejek, dan inilah fanatisme bola yang sangat memalukan bagi seorang fans dan bisa juga disebut dengan barisan fans pendukung palsu. Tidak bisa dipungkiri kenyataannya, persteruan antara fans sudah wajar terjadi tapi alangkah baiknya menjunjung supportifitas fans secara sehat itu lebih memberikan pencitraan bahwa sepakbola bukan sebuah permainan saja tapi lebih mengedepankan kebersamaan tim, kekompakan dari pelatih ataupun supporter. Begitupun yang saya amati di lingkungan asrama UICCI jogja walaupun terjadi perang dingin antar fans, tetapi itu hanya sebagian untuk memberikan ungkapan apresiasi dan yang paling penting adalah perseteruan antar fans yang memanas selalu padam dengan kebersamaan yang diciptakan oleh teman-teman asrama dan bagi saya sendiri itu sudah cukup untuk menjadi fans yang loyalitas dengan mengedepankan kebersamaan walaupun beda club bola yang didukung tetapi kepedulian antar fans masih terjalin dengan baik.

Jumat, 02 Januari 2015
Posted by Blues Blogger
Tag :

Popular Post

Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Thanks to

Flag Counter

- Copyright © 2013 Blues bloger -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -