Posted by : Blues Blogger Sabtu, 31 Januari 2015

Libur telah tiba, UAS telah selesai, dan harapan nilai yang memuaskan selalu terbayang di pikiran, inilah penderitaan bagi mahasiswa yang terlalu mengharapkan sesuatu yang baik tapi sisi pengorbanannya masih jauh di dasar sana, tak lain halnya, ya mahasiswa yang hanya belajar ketika UAS saja dan itupun belajarnya 2 jam sebelum UAS dimulai sungguh prefect sekali, termasuk saya sendiri Hahaa :D. Dan liburan semester pun akan dimulai, saatnya mengemas barang2, buang semua buku (emang punya buku) :0 dan tugasmu, lupakan dosen2 killermu, bawa pacarmu kalo punya -_- hehe. Tapi STOP! tunggu dulu jangan terburu-buru bergegas kawan, ada sebuah kabar baik bagi saya dan kawan-kawan asrama UICCI jogja, bahwa  liburan semester ganjil ataupun genap bagi penghuni asrama UICCI itu ada aturannya, yang mana setiap liburan harus dibagi menjadi 2 bagian, atau stengah di asrama dan setengahnya liburan lagi untuk dirumah, ohh no. Dan ini merupakan sistem liburan asrama UICCI, yang sungguh bijak karena ketika liburan mahasiswa bukan lagi saatnya untuk bermalas-malas, tetapi di isi kegiatan yang bermanfaat sperti halnya di sini yang saya tinggali, saat liburan yaitu belajar agama, bahasa turki dan arab, dan diskusi umum, dan itupun belajarnya dari fajar sampai tenggelamnya matahari wuihh pasti ngantuk :D, haha ya Cuma dikit, padahal ngantuk bgt -_- , tapi tetap semangat karena itu merupakan syarat yang wajib dipenuhi atau tiket pulang/liburan hoho. Meskipun demikian liburan yang seharusnya 2 minggu tetapi terpotong menjadi seminggu itu tak masalah bagi saya dan teman-teman UICCI, karena pasti ada hikmah tersendiri untuk liburan dan sensasinya pun lebih terasa, yaitu kebih menghargai waktu saat liburan dengan kegiatan-kegiatan yang mungkin sudah di planingkan.
Namun, yang sebenarnya harus dilakukan saat mahasiswa liburan yaitu dedikasi atau pengorbanan apa yang harus diberikan khususnya kepada orang tua dan keluarga bahkan masyarakat sekitar saat kita berada ditengah-tengah mereka, inilah tugas yang sesungguhnya bagi seorang mahasiswa. Dan ini adalah masalah yang belum teratasi bagi saya yang sudah kulewati 3 semester tapi apa daya saya belum bisa memberikan secara penuh dedikasi pengorbanan yang ku berikan kepada orang tua. Dan inilah PR bagi saya sendiri, tapi saya selalu berusaha sebaik mungkin untuk menunjukan kualitas dan kuantitas sebagai seorang mahasiswa. Tetapi sebagai orang tua pasti sudahlah bangga walaupun dedikasi yang diberikan anaknya belum secara penuh untuk keluarga dan masyarakat, tapi inilah kebanggaan tersendiri karena dangan mahasiswa yang berusaha dan semangat dalam perkuliahan tidak malas-malasan mengejar masa depan, proses inilah yang harus di apresiasikan untuk mengingat bahwa tugas dan beban seorang mahasiswa tidaklah ringan untuk membangun Bangsa dan Tanah Air.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Thanks to

Flag Counter

- Copyright © 2013 Blues bloger -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -