Posted by : Blues Blogger Minggu, 28 Juni 2020


  • Hoş geldiniz arkadaşlar!! sizlere tebrik ediyoruz...
...
    Jum'at 25 mei 2018, pukul 5 pagi hari itu merupakan momen kami menginjakan kaki di tanah peninggalan turki ottoman. Perasaan yang masih acuh campur aduk antara sedih karna meninggalkan keluarga dan tanah air tercinta serta bahagia tentunya bisa sampai di negeri dua benua ini. Mendung dan gerimis kecil suasana menjadi sendu dan sepucuk bunga mawar yang dibagikan kepada kami oleh abiler / kakak kakak senior, yang sengaja datang ke bandara untuk menyambut kami, menjadikan suasana kala itu sampai saat ini sulit terlupakan. Apalagi kedatangan kami kesini tepat pada bulan suci ramadhan, dimana puasa di indonesia dan disini sangat berbeda, karena secara geografis turki yang dikawasan timur tengah mendekati eropa jam puasanya ternyata lebih banyak dari pada di indonesia yaitu 17 jam berpuasa. Sungguh sangat menantang bagi kita semua setelah tau itu, sambil menelan ludah dalam dalam.
        Bukan hal apa apa berada di negara dua benua ini, tapi tempat inilah yang membuat menjadi sangat menawan dan istimewa karena sejarahnya yang begitu mashur. Dimulai dari sebelum bernama istanbul yaitu kota konstantinopel milik kerajaan bizantium, Romawi timur yang pada masa itu memiliki hagia sophia, bangunan yang merupakan ikon kota yang begitu mewah. Bangunan itu sebagai gereja katholik ortodok yang didalamnya terdapat lukisan bunda Maryam dan nabi Isya a.s yang terpapang jelas di dinding. konstantinopel seperti bunga ditaman yang paling indah dan mempesona maka tak heran banyak negara penjuru dunia yang ingin merebut kota tersebut. Sampai-sampai Napoleon Bonaparte pun pernah berkata:
"jika ada satu daerah yang menjadi ibu kota dunia. Maka yang pantas mendudukinya hanyalah Istanbul,".
Sudah tercatat dalam sejarah banyak yang berusaha menaklukan konstantinopel namun, apadaya kekuatan prajurit romawi serta tembok besar raksasa yang bernama Theodosius begitu kuat membuat para musuh takluk sebelum menghancurkan tembok tersebut. Hingga pada akhirnya masa kejayaan islam pun kembali, oleh sang sultan muda Muhamad Al Fatih, tepat pada 29 mei 1453 dengan 80.000 tentaranya konstantinopel berhasil ditaklukan oleh beliau. Dari penaklukan konstantinopel ini membuat islam semakin meluas yang tanpa sadari sudah kita rasakan sendiri di tanah air kita, seperti ketika Kesultanan Utsmaniyah berusaha mendukung Kesultanan Aceh dalam pertempurannya melawan Portugis di Malaka, serta hubungan ustmaniyah dengan mataram islam di tanah jawa. Tak bisa diragukan lagi begitu besar ghairah pada masanya dan sampai sekarang masih terasa ditempat ini. Sehingga, semoga siapapun yang kesini akan mendapatkan ghairah yang sama pada masa itu dalam hal kebaikan apapun terutama dalam hal mencari ilmu. 
...
    İstanbul selain sejarah, kotanya pun begitu artistik, dari bangunan bangunan, budaya serta makanannya, begitulah sekilas istanbul semakin dikaji semakin mempesona. Tidak heran banyak turis yang ingin menjelajah kota ini, seperti kami. Namun kami bukanlah turis seperti pada umumnya, yang hanya berjalan-jalan menelusuri wisata sejarah yang ada, tapi kami merupakan turis pelajar atau sekumpulan mahasiswa yang telah dicabut gelar mahasiswanya yang bahasa gampangnya telah wisuda. kami ber-22 orang dari semua pelosok indonesia dan dari berbagi macam universitas yang berbeda beda jurusannya, serta dengan pola pikir ideologi masing masing, yang bukan seperti anak bersergam sekolah lagi, berkumpul menjadi satu dengan tujuan untuk menuntut ilmu di negeri ini dan kota istanbul seisinya kami anggap sebagai bonusnya.
          Seperti yang sudah lewat, banyak teman teman asrama yang sudah tau mengapa dan kenapa kita bisa sampai sini adapula yang belum tahu, seperti setibanya kita disini ketika mengguah status dimedsos pertama kali, banyak terceletuk pertanyaan kok bisa sampai situ??? nah ini merupakan pertanyaan yang bagus ferguso,, Jadi kita bisa sampai disini tentunya selain rintangan, terjangan diperkuliahan atau masalah-masalah lain seperti si doi yang akan kita tinggalkan sementara, dan memelih kerja atau lanjut ke turki serta ridho atau izin keluarga yang sangat penting. İnilah yang paling berat tentang keluarga, karena ketika kita pergi hal hal yang kami takutkan untuk orang yang tercintai selalu ada, karena takdir ilahi kapanpun bisa terjadi bagi kita umat manusia. Tapi sesuatu yang baik tentunya akan dibalas dengan yang baik, seperti kita dengan tujuan menuntut ilmu semoga saja memberi berkah pada keluarga, amiin. Kembali lagi ke pertanyaan ferguso, sebenarnya kita sampai disini berkat yayasan United Islamic Cultural Centre of Indonesia (UİCCİ) Sulaimaniyah yang berdiri di indonesia tahun 2005, merupakan asrama atau bisa dikatakan pesantren. Bernama sulaimaniyah karna pendirinya bernama H.z Sulaimaniyah Hilmi Tunahan k.s, yang berpusat di Ümraniye, istanbul, Turki dan sudah membuka ribuan asrama di negaranya sendiri dan Dunia. İndonesia merupakan salah satu dari 136 negara yang terdapat asrama ini dan indonesia sebagai merkez atau pusat di wilayah asia tenggara. Perkembangan asrama di İndonesia dari tahun ketahun semakin bertambah dengan total kurang lebih 60 an asrama sampai saat ini, walaupun datang dari negara turki yang menganut mazhab imam Hanafi, penyebaran asrama dengan tujuan mengajarkan agama islam sesuai ahlu sunnah wal jamaah pun, sangat diterima oleh masyarakat kita indonesia. ketika kembali ke sejarah seperti mengulang masa kejayaan turki ustmaniyah yang penyebaran dakwahnya sampai kepelesok dunia, seperti sekarang ini yayasan sulaimaniyahpun begitu, terbukti sudah diberbagai penjuru negara di Dunia asrama ini dibuka. Kalau lebih jelasnya bisa bersilaturahmi langsung ke asrama kami yang hampir setiap kota besar indonesia ada atau bisa mengunjungi website http://uicci.org/.
      Masih tentang sulaimaniyah, seperti yang diterapakan di asrama pusat turki, ada 2 jenis asrama yaitu asrama daimi (normal pesantren) dan mahasiswa, dan kami termasuk asrama yang mahasiswa. sementara asrama daimi sendiri yang ada di indonesia semuanya asrama hafiz (penghafal al Qur'an). karena jangkuannya semakin luas tak hanya tentang pelajaran agama islam maka dibutuhkanlah lulusan mahasiswa seperti kami, untuk mengurus bidang bidang seperti travel haji, umroh/wisata, rumah sakit, percetakan, perternakan dan kermez/bazar makanan. Maka di Turki kami sering disebut "Yıldız asya pasifik" artinya bintangnya asia pasifik, karna banyak dari bölge/daerah kita mengirim hafiz hafiz muda tak hanya satu/dua tetapi ratusan tiap tahunnya. Karena kita yang mahasiswa bukan hafiz maka kata temen kami, kita hanya sebagai sisi gelap diantara bintang bintang agar bintang bintang yaitu hafızlar(para penghafal Qur'an) bisa terpancar cahayanya.


...
          Hari pertama di İstanbul kami masih jet lag dari pesawat ditambah puasa ramadhan di musim panas. Detik, menit, dan jam pun berlalu tak terasa sudah pukul 8 malam cuma masih cerah sekali seperti jam sore di indonesia. Perut kami merasa aneh yang biasanya jam 6 sudah berbuka, ini sampai jam 9 kurang dikit baru berbuka, rasanya sudah bentrokan seisi perut dan bersuara. Akhirnya waktu berbuka tiba yang ada dipikiran kami kuliner turki yang pasti enak dan khas, setelah satu dua sendok dicoba satu satu yang ada dimeja makan, alamak! aneh sekali makanannya rasa pun hambar kecuali manisan yang ada. Setelah itu tiba tiba salah satu abi orang turki datang ke meja kami dan mengucapkan:
"hepinize tekrar hoş geldiniz arkadaşlar, afiyet olsun..
nasılsınız iyi misiniz, afiyete misiniz, yemekleri nasıl? alıştınız mı? inşaallah alıştınacak."
Artinya mengucapkan selamat makan dan selamat datang kembali pada kita, dan menanyakan makanannya bagaimana sudah biasa apa belum. Kami pun menjawab çok güzel abi/sangat enak abi walaupun hambar (dalam hati). karena mereka tau kita belum terbiasa dengan makanannya setelah makan kami pun diberi potongan bawang bombay dan disuruh mengunyahnya dimulut, katanya merupakan tradisi bagi yabancı (orang asing) supaya terbiasa dengan makanan disini. Rasa bawang mentah dimulut membuat kami pedas dan tak tahan, tapi dari situ akhirnya kita bisa terbiasa dengan makanan turki sampai saat ini, walaupun menu makanan yoğurt masih agak aneh. Hari, minggu, bulan, dan musim berlalu, hal hal yang disekelilingpun mulai kita kenali, mulai dari makanan, budaya, bahasa, musim dan orang turkinya sendiri. Berjalannya waktu kita mulai merasakan hal hal yang baru yang tidak ada di indonesia. Sebenernya masalah yang pertama kita hadapi adalah masalah bahasa turki itu sendiri karena kita disini belajarnya full dengan bahasa turki dan pengajarnya orang asli turki, dan asrama yang kita tinggali separuhnya orang turki. Jadi mau tidak mau kita harus berusaha keras belajar bahasanya dan mempraktikan bahasa turki yang kita kuasai saat belajar di indonesia. Walaupun kadang malu karna salah salah saat berbicara tapi orang turki menghargai kita sebagai yabanci/orang asing yang mau belajar bahasanya. terlebih memalukan lagi ketika diperintah sesuatu saat kita tidak paham apa yang diperintah dan akhirnya hanya diam saja. Setelah kita mulai paham walaupun masih menerka nerka apa yang orang turki bilang kita mulai bisa berinteraksi dengan mereka dari candaan dan hal lainnya yang membuat kita paham bagaimana kultur budayanya dan sifat aslinya, kadang perhatian orang turki yang berlebih membuat kita kesal, seolah olah mereka yang mengatur semua dan tidak mau mengalah ketika kita bilang sesuatu untuk menyangkalnya, tapi sebenernya mereka mempunyai tujuan yang baik dengan cara mereka sendiri. Disisi lain orang turki pun sukanya dengan to the point atau blak blakan suka ya suka kalo tidak ya tidak, dan yang paling bagus adalah ketika marahnya orang turki walaupun sampai berantem adu jotos, besoknya saling sapa kembali seolah olah sudah melupakan masalah yang terjadi berbeda dengan kita yang terus memendamnya.
...
          Setiap musim disini memberikan kesan masing-masing, mulai dari musim panas ini merupakan musim dimana terdapat libur panjang atau liburan musim panas pada sekolah umumnya, musim ini sangat cocok untuk melakukan piknik, kumpul bersama keluarga/teman atau jalan jalan di sekitar kota. Walaupun panas tetapi langit yang cerah sangat cocok untuk aktifitas keluar rumah. Ditambah dimusim ini waktu siang lebih lama yaitu sampai jam 9 mlm baru masuk waktu maghrib, jadi sangat santai untuk melakukan aktifitas apapun. Hawa yang panas kadang membuat mager untuk melakukan apapun seperti yang terlihat anjing anjing di pinggir kota hanya tiduran disepanjang jalan trotoar tanpa menggonggong sedikitpun. Musim ini pun tak lepas dari buah karpuz/semangka, pasti disetiap pasar dan toko saat musim panas berlimpah menjual semangka yang lebih besar dari pada ukuran di indonesia.
           Setelah musim panas masuklah musim gugur, dimana hawa udara mulai berubah dari yang panas menjadi mulai agak dingin disertai hujan dan angin yang kencang. Dimusim ini ditandai dengan semua daun berguguran dan hanya terlihat batang kerangka pohonnya saja, kecuali daun pohon cemara yang masih bisa tetap utuh. Musim ini merupakan musim untuk mempersiapkan musim dingin terlihat semua toko menjual perlengkapan musim dingin dimulai dari jaket, syal, kaos tangan, sepatu bot, sweater, sepatu bot dll. Yang membuat ribet pastinya, disetiap musim mempunyai style pakain tersendiri karena harus menyesuaikan musimnya. Terkadang juga karna hawa mulai dingin, ketika hujan turun sering disertai hujan es sekecil batu kerikil dan pastinya air kran mulai seperti air frezer. Bagi kita perubahan musim sangat terasa apalagi dari musim panas ke musim gugur yang tiba tiba hawa lumayan dingin membuat kita sakit karna perubahan cuaca. Tibalah musim dingin dimana dimusim ini jam malamnya lebih lama, waktu subuhnya pun sampe jam 8 pagi dan matahari baru keluar sekitar pada jam 9 pagi. Seperti yang kita ketahui musim dingin merupakan tempat untuk hibernasi, karna waktu malamnya yang panjang dan salju yang turun membuat aktifitas diluar rumah terganggu. Sangat beruntung jika tinggal di İstanbul bisa merasakan turunnya salju, karena jarang sekali salju turun dikota ini, kalau turunpun bisa dihitung dengan jari selama musim dingin dan ketika turun salju hanya tebal sekitar 5-10 cm saja dan dalam waktu 24 jam/sehari salju langsung mencair. Tetapi tak apa bagi kami tahun pertama di istanbul dan bisa merasakan hujan salju merupakan hal yang sangat istimewa dan langka. Masih teringat tentunya ketika hujan salju pertama yang kita rasakan, secara otomatis tangan serta jari kita langsung mengambil salju dan membuat snow ball pertama dan melemparkannya ke manapun yang kita tuju. karena di istanbul salju yang turun tipis dan tidak bisa untuk seluncuran, kami pun pergi ke kota bursa, disana terdapat Uludağ atau gunung salju yang abadi jadi mau musim apapun salju dipuncaknya tetap ada. Disana kita bisa bermain sky, seluncuran, perang bola salju dll, hawa yang dingin dengan suhu sekitar 0° sampai (-5)°C disertai turun salju yang lembut dan lebat, membuat kami sangat antusias untuk membuat boneka salju. setelah 1 jam bermain salju ternyata badan sudah merasa kedinginan apalagi ada salju yang masuk kedalam sepatu membuat sangat dingin, dan akhirnya memutuskan untuk masuk bis. Di Bursa selain Uludağ kotanyapun penuh dengan sejarah diantaranya terdapat makam sultan pertama pendiri turki ustmaniyah yaitu Osmangazi serta anaknya Orhangazi yang sebagai penerusnya dan terdapat masjid yang sangat tua jaman ustmaniyah yaitu masjid Ulucami.
           Begitulah musim dingin cepat terlewat seperti bermain seluncuran diatas salju. Setelah musim dingin berlalu mulailah pohon pohon bersemi kembali daun daun nampak mengeluarkan kuncup daunnya pertanda musim semi datang. Pohon yang terlihat batang dan rantingnya kini mulai hijau kembali, dan yang paling sangat ditunggu dimusim semi ini adalah bunga bunga dari semua warna dan jenis bermekaran, memenuhi taman dan dipinggir pinggir jalan kota, begitu sangat indah ketika musim ini berjalan jalan karna disetiap sudut disuguhi dengan bunga yang bermekaran. Semua bunga memang indah tapi yang begitu mempesona dan khas adalah bunga tulip turki, bentuknya yang estetik dan warnanya pun beragam membuat mata terngiang ketika melihatnya, ditambah ketika saat festival tulip yang diadakan setiap tahun dengan ornamen atau design yang telah diatur, membuat bunga tulip disini menjadi destinasi wisata pada saat musim semi.
      Dari setiap musim yang telah kita lalui menurut penulis yang paling berkesan adalah musim dingin dan musim semi, karna 2 musim ini baru kita rasakan disini. Selain musim musim tersebut, bulan ramadhan juga sangat berkesan seperti yang telah dibilang diawal disini berpuasa kurang lebih selama 17 jam, yaitu seiktar pukul 9 malma baru berbuka. Suasana ramadhan di turki juga sangat khas tidak kalah dengan indonesia, seperti roti khas ramadhan yang bentuknya bulat sebesar jam dinding dan manis manisan lainnya, hampir semua masjid melaksanakan tarawih dengan jumlah 23 rakaat dan rata rata selesai pukul 11 malam. Kemudian bangun sahur lagi sekitar pukul 2 pagi. Ketika idhul fitri tiba Disini malah tidak ramai seperti di İndonesia, normal seperti hari biasa, mengerjakan sholat idul fitri kemudian sarapan normal ala turki tidak ada yang spesial dalam hal sarapan kumudian salam salaman hanya dengan keluarga yang dekat atau kerabat saja, tidak sampai keliling komplek. Suasananya pun sepi seperti hari libur biasa, cuma yang sepesial seluruh transportasi di istanbul gratis selama 3 hari berturut turut. Sementara lebaran idhul adha atau kurban disini malah ramai terlihat banyak sekali pamflet kurban atau jasa pemotongan yang terpapang di jalan jalan, karena disini tidak bisa memotong hewan kurban disembarang tempat seperti di indonesia, harus sesuai izin dan standar oprasional dari pemerintah turki yang berwenang. Pada hari kurban orang orang berbondong menuju tempat pemotongan karna kita ketahui mayoritas disini menganut mazhab hanafi dan mazhab tersebut berkurban hukumnya wajib. 
...
          Satu tahun di istanbul dengan cepat berlalu, 2 dönem/semester diasrama pun terlewat dengan ujian yang cukup memuaskan. istanbul pun sudah kami jelajahi sampai sudut sudutnya, dari istanbul dibagian asia dan eropa, banyak sekali sejarah peninggalannya seperti di museum top kapı, didalamnya banyak peninggalan turki usmani dan yang paling berharga adalah peninggalan pedang rasullah dan panah rasullah saw. selain itu pedangnya 4 khalifah rasydin pun berada disitu, dan pedang muhamad al fatih untuk menaklukan konstatinopel pun ada disitu juga. Selain itu banyak sekali tempat untuk berziarah disini seperti makam muhamad al fatih, Sultan Abdul Hamid han dan beberapa makam sahabat seperti ayub al anshori ra, kaab ra, Amr bin ash ra, ubaydillah bin bakir ra, Abu darda ra, mesleme bin abdul malik ra, dll. Makanya tak heran jika dari indonesia jamaah umrah dan haji sering ke turki sebagai destinasi tempat wisata religi karna makam makam dan peninggalan sejarah islamnya masih dijaga sampai sekarang. Ditambah di turki bisa menyebrang diantara dua benua (asia & eropa) dengan waktu 15 menit saja menggunakan vapur/kapal, disaat menyebrang pasti akan disambut burung camar yang selalu mengiringi kapal saat berjalan di selat boşphorus. Tahun kedua akhirnya datang, semester baru pun harus kita siapkan dan tentunya kita mulai dipisah pisah untuk menempati asrama yang baru sesuai dengan data dari merkez. Saya sendiri kebagian diasrama yang masih satu daerah dengan asrama yang dulu kami tinggali, suasanapun masih sama dan jalannya pun tidak asing lagi bagi saya, karena masih satu daerah jadi mau naik transportasi apapun sama jalannya dari asrama yang dulu cuma beda saat turunnya saja. Asrama baru suasana baru dan teman teman orang turki yang baru membuat suasana lebih open mind karna banyak berdiskusi dengan mereka mengenai hal apapun. Tahun kedua disini bagi saya sangat lebih berkesan karena tahun ini bisa menyaksikan langsung final europa leauge antara chelsea dan liverpool di stadion Beşiktaş İstanbul. Walaupun tidak bisa masuk ke stadion tetapi merasakan uforia diluar stadion dan melihat langsung pemain saat di bis ketika masuk stadion sudah cukup terobati. Namun sayang pertandingan kala itu dimenangkan Liverpool dengan adu finalti. Selain kedatangan tim besar inggris disini juga sering berlaga liga champions league dikandang team Galatasaray, jadi sering sekali kedatangan team eropa yang datang bertanding di istanbul. Di istanbul sendiri terdapat 3 klub besar yaitu Galatasaray, Fenerbahçe dan Beşiktaş, orang orang disini pun sangat antusias ketika team kesayangannnya berlaga terlihat dijalan jalan orang orang mengenakan seragam team kesayangannya saat teamnya akan berlaga. Saya sendiri untuk liga klub turki memegang Beşiktaş karena lingkungan yang saya tinggali berisi fans dari Beşiktaş, jadi untuk mencari aman saja karena disini fanatik fans sangat terasa diantara 3 klub besar itu dan senggol bacok bisa terjadi.
        Kegiatan asramapun mulai berjalan dengan normal, ditahun kedua ini kami belajar seperti seminar dikampus jadi proses belajarnya pun santai dan tidak membosankan. Ditahun akhir ini saya banyak mendapatkan cerita cerita baru seperti setelah akhir dönem/semester pertama, saya dan teman saya, memberanikan diri untuk keluar dari kota istanbul, karena ini merupakan kesempatan yang ada mumpung berada di turki. Masuk liburan hari pertama kami masih di istanbul untuk sekedar berkeliling kota, ditambah musim pada saat itu yaitu musim dingin, tentunya kita memakai perlengkapan lengkap dari sepatu bot, syal dan jaket tebal. Hari kedua liburan kami langsung menunuju kota izmir disana terdapat epesus atau arena gulat peninggalan romawi, setelah di izmir kami menuju kota konya untuk menziarahi sang guru sufi Maulana Jalaludin Rumi dan gurunya beliau dan berkeliling melihat museum tarian sufi yang ada disana. Dari konya kita langsung naik kereta menuju tarsus mersin, ini merupakan pertama kalinya naik kereta antar kota diturki. Selama naik kereta pemandangannya pun sangat berbeda kanan kiri terdapat lahan pertanian seperti pohon zaytun, tin dan bukit bukit yang tertutup salju karna musim dingin. setelah sampai di Tarsus mersin tempat yang kami tuju adalah goa ashabul kahfi, diriwayatkan goa tersebut merupakan goa pemuda ashabul kahfi. Setelah menziarahi goa tersebut malamnya kita langsung bergegas menuju Şanlıurfa yang berada hampir diujung turki hampir dekat dengan syuriah. Disana tentunya kita menziarahi tempat kelahiran bapaknya para nabi yaitu İbrahim As, dan melihat peninggalan yang dulu sebagai tempat pembakaran nabi İbrahim as serta tempat pembakarannya berubah menjadi kolam, kayu bakarnya pun berubah menjadi ikan ikan. Setelah sampai disana memang benar terlihat kolam yang begitu luas atau bisa disebut balık göl, dan terdapat ikan ikan yang besar yang berenang kesana kemari sepanjang kolam. Seperti kata temen kami mengawali berziarah ketempat kelahiran dulu dan nantinya semoga bisa menziarahi ke makamnya yang berada di mekkah. Disana juga terdapat tempat goa kesabarannya nabi syua'ib as kami kesana menziarahi tempat tersebut. Sorenya kami langsung bergegas menuju tempat guru kami yang berada di Adıyaman, 1,5 jam naik bis dari kota Şanlıurfa. Di Adıyaman kami diajak keliling kota tersebut berbeda dengan istanbul yang ramai dan macet, disini begitu lenggang kotanya malah masih banyak tanah kosong yang belum terpakai. Di sini selain diajak keliling di kotanya kita diajak juga ke tempat perdesaan dimana yang terlihat kanan dan kiri lahan gandum yang membentang luas, suasana perdesaan begitu terasa mulai dari bangunannya yang masih menggunakan beton tanah liat dan ternak ternak yang terlihat disamping rumah. Makanan pun disini sangat khas atau hampir semua makanan olahan sendiri tanpa dari pabrik, seperti ayran/minuman yagurt yang kita minum begitu enak dan berbeda rasanya dari yang kita minum biasanya dan satu lagi makanan çiğköfte yang di istanbul tidak suka disini begitu enak dan berbeda rasanya tentunya. Disini juga terdapat gunung namrud yang konon ceritanya dulu gunung tersebut pernah ditinggali raja namrud pada zaman nabi ibrahim as. Kita disini menginap 2 hari karna dari sini menuju istanbul jalur kereta tidak ada dan bis pun hanya seminggu 3 kali, setelah mendapat tiket bis kami pun berisap menuju istanbul dengan perjalanan 18 jam perjalanan.
          elhamdülillah sampai juga kembali di istanbul, perjalanan antar kota kota tersebut kita habiskan 8 hari selama liburan, sebenarnya jika masih ada waktu kita ingin sekali ke kota kota lainya seperti Antalya, Eskişehir, Cappadocia, Mardin dll. Semester ke-2 ditahun terakhir pun dimulai, semua berjalan normal, teman teman selain orang idnonesiapun mulai jadi sangat akrab. Namun sangat disayangkan keakraban dan kebersamaan yang dibangun tepat tanggal 21 maret sesuai instruksi pemerintah semua kegiatan belajar diberhentikan karena pandemi covid19, semua dipulangkan ke rumah masing masing untuk karantina dan asrama dikosongkan kecuali kita yabancı/orang asing yang masih diasrama. Memang covid19 sudah menyebar diberbagai negara tak lain halnya di turki semakin hari, minggu dan bulan semakin meningkat angka penyebaran virusnya dan efeknya kita yang masih tinggal asrama hampir 3 bulan tidak keluar asrama untuk mengantisipasi dan kehati hatian terkena virus tersebut, hanya hocaları/guru guru kita yang keluar jika dari kita ada kebutuhan yang perlu dibeli. Selama karantina bandara pun lock down jadi otomatis kita tidak bisa pulang ke indonesia sampai bandara dibuka kembali entah kapan akan dibukanya karena pandemi tak ujung selesai. New normal pun mulai berlaku pemerintah turki mulai menerapkannya, akhirnya kita bisa keluar walaupun harus sesuai protokol kesehatan yaitu memakai masker dan social distancing harus dijaga. Kabar gembiranya yaitu penerbangan menuju indonesia akhirnya dibuka pada bulan juli, dan sekarang sudah tinggal menghitung hari lagi untuk kepulangan menuju tanah ibu pertiwi, senang tentunya karena sudah rindu pada kampung halaman beserta isinya, keluarga pun pasti menanti karena sudah 2 tahun tak berjumpa langsung selain via watshapp.
         Meninggalkan istanbul memang sedih karena banyak hal disini yang begitu menakjubkan, karena sejauh apapun kita pergi bumi pertiwilah kita dilahirkan untuk mengadu keluh kesah yang ada dan yang terpenting yaitu mengabdi untuk bangsa dan negara serta membagikan ilmu yang kita dapat sesuai kadar kemampuan kita, semuanya pasti ada waktunya untuk pulang, baik pulang ke tempat-Nya ataupun pulang ke rumah yang berisi keluarga dan segala kebahagian didalamnya, sampai jumpa lagi di indonesia. Selamat tinggal istanbul, terima kasih atas sejarah dan ilmu yang kau berikan, semoga kau masih indah dan mempesona sampai kami bisa datang kembali untuk mencium mekarnya bunga tulip disini.

...

       Akhirnya cerita 2 tahun di turki saya tulis untuk alasan sederhana saja, yaitu ketika saya sendiri membaca tulisan ini pada saat 10 tahun kedepan, mungkin akan terseyum sendiri setelah membaca tulisan ini apalagi kamu juga ikut bersama membacanya. ;)


İstanbul, 27 Haziran 2020,
teşekkür ederim.


*Silahkan komen komen dibawah ya kalau mau nambahin.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Thanks to

Flag Counter

- Copyright © 2013 Blues bloger -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -