Posted by : Blues Blogger Jumat, 02 Januari 2015




Anda mengaku fans berat klub sepak bola? Itu tidak cukup dengan unjuk jari saja, tapi harus punya loyalitas dan ketulusan! Itulah pernyataan yang dilontarkan oleh teman kita fans yang menjunjung loyalitas kepada fans yang lain, nah disinilah perseteruan fanatisme fans dimulai yang siap untuk menunjukan siapa fans yang sebenarnya yang mempunyai loyalitas dan cinta, sungguh ini merupakan fanatisme kecil di lingkungan yang saya tinggali yang begitu memanas di setiap masing-masing tim telah bertanding, dengan hasil antara kemenangan dan kekalahan sebagai patokan dimulainya suatu perseteruan yang mungkin menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi mereka karena menyangkut harga diri seorang fans yang telah menjadi bagian dari jiwanya, sebagimana mestinya yang timnya menang dengan bangga dan percaya diri memulai provokasi kepada fans tim rivalnya yang telah kalah, begitupun fans yang telah di provokasi merasa tidak terima dengan apa yang telah diperbuatnya. Dan inilah fanatisme yang akan penulis uraikan kepada teman-teman blues bloger yang telah atau akan, dan sedang terjadi di asrama UICCI (Pondok Pesantren Sulaimaniyah) Jogjakarta.

Memang, sepakbola merupakan olahraga nomor satu sedunia yang paling banyak penggemarnya. Merebutkan bola yang dimainkan oleh 22 pemain dengan hanya satu tujuan untuk memasukan bola ke gawang untuk meraih angka itulah sepakbola. Sepakbola juga tidak lepas dari supporter atau fans yang rela mendukung timnya saat bertanding untuk meraih kemenangan, dimana fans merupakan faktor yang bisa menentukan permainan tim menjadi lebih optimal dengan semangat dukungan yang diberikan oleh seorang  fans pendukung baik yang hadir di stadion atau diluar stadion untuk memberikan support.
Tak lain halnya yang terjadi di asrama UICCI jogja, termasuk saya sendiri yang ikut berkecimbung didalamnya mengukuti alur liga Inggris, Spanyol, Italia dan liga bergengsi Champion yang semakin memanas terutama dikalangan para fans asrama yang antusiasme menjunjung loyalitas. Sudah tidak tabu lagi jika seorang fans berat klub sepak bola rela untuk bangun malam untuk menyaksikan timnya bermain walaupun hanya melihat dilayar monitor, tapi memang loyalitas tidak di ukur dengan menonton disetiap pertandingan saja, namun apakah tidak dipertanyakan loyalitas sebagai fans jika tidak menonton secara live di televisi? Huuhh. Fanatisme fans di asrama ini adalah sebuah realita yang memberikan kesan bahwa tim yang menang selalu di unggulkan oleh fans tersebut dengan suatu kebanggan bahwa timnyalah yang paling hebat, mereka selalu memprovokasikan kepada fans tim yang kalah dengan tujuan memberikan ejekan kepada fans klub yang telah kalah bertanding, sebaliknya tim yang kalah sebagi fans yang loyal sudah menjadi resiko tersendiri dengan menanggung beban mental ataupun kesedihan yang menghimpit dada, dan bagaimanapun fans loyal dan gentle itu mengakui kekalahan walaupun terasa berat tapi di situlah loyalitas yang paling berat sebagai fans yang loyal. Dan sungguh tak wajar jika seorang fans yang loyal menghadapi kekalahan tim dengan "lempar batu sembunyi tangan" dengan kata lain malu mengakui kekalahan dan sembunyi, bahkan rela untuk tidak berangkat sekolah atau kampus karena takut timnya yang kalah akan diejek, dan inilah fanatisme bola yang sangat memalukan bagi seorang fans dan bisa juga disebut dengan barisan fans pendukung palsu. Tidak bisa dipungkiri kenyataannya, persteruan antara fans sudah wajar terjadi tapi alangkah baiknya menjunjung supportifitas fans secara sehat itu lebih memberikan pencitraan bahwa sepakbola bukan sebuah permainan saja tapi lebih mengedepankan kebersamaan tim, kekompakan dari pelatih ataupun supporter. Begitupun yang saya amati di lingkungan asrama UICCI jogja walaupun terjadi perang dingin antar fans, tetapi itu hanya sebagian untuk memberikan ungkapan apresiasi dan yang paling penting adalah perseteruan antar fans yang memanas selalu padam dengan kebersamaan yang diciptakan oleh teman-teman asrama dan bagi saya sendiri itu sudah cukup untuk menjadi fans yang loyalitas dengan mengedepankan kebersamaan walaupun beda club bola yang didukung tetapi kepedulian antar fans masih terjalin dengan baik.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Thanks to

Flag Counter

- Copyright © 2013 Blues bloger -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -